Posted on Leave a comment

Nama – nama Surah Al Fatihah

Surah Al Fatihah merupakan surah yang sudah akrab bagi setiap muslim baik orang dewasa maupun anak – anak karena surah yang terdiri dari 7 ayat ini wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394). Namun, apakah Anda tahu nama – nama lain dari surah Al Fatihah? Berikut adalah nama-nama yang populer dari surah Al Fatihah:

Al Fatihah yang artinya adalah pembukaan karena dengan surah ini Al Qur’an dibuka dan juga banyak kajian dan doa harian juga yang dibuka dengan surah ini. Nama ini diambil dari hadits yang sudah disebutkan sebelumnya: “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).

Umm al-Quran / ummul kitab yang artinya adalah Ibunya Al Qur’an. Surah Al-Fatihah secara ringkas telah mencakup seluruh maksud Al-Qur’an, sedangkan rincian detail tujuan-tujuan agama dijelaskan dalam surah-surah lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الْحَمْدُ لِلَّهِ أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي

(Surat) alhamdulillah (yaitu Al Fatihah) adalah ummul qur’an, ummul kitab dan as sab’ul matsani.” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Sab’ul-Mathani  yang artinya tujuh ayat yang diulang-ulang termasuk dibaca diulang-ulang saat melaksanakan shalat. Allah swt berfirman:

وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ

Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang berulang-ulang dan Al Qur’an yang agung” (QS. Al Hijr : 87).

As-Salah, dinamakan  as-salah karena surah ini merupakan surah yang menjadi rukun shalat. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.” (HR. Muslim no. 395).

Ash-Shifa artinya adalah penawar. Nama ini diambil dari sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam sunan Ad Darimi dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri secara marfu’, dikatakan:

فاتحة الكتاب شفاء من كل سم

Al Fatihah sebagai syifa (penawar) dari segala racun” (HR. At Tirmidzi no.2878 dan Al Hakim dalam Al Mustadrok 2/259).

Ar Ruqyah, Al-Fatihah pernah digunakan sahabat Rasulullah untuk meruqyah seseorang yang tersengat kalajengking. Ketika para sahabat menceritakan kisah tersebut kepada Nabi SAW beliau pun bersabda: Tahukah engkau bahwa (Al Fatihah) itu adalah Ruqyah?”

(HR. Bukhori (2276) dan Muslim (2201) dari Abu Sa’id Al Khudri).

Al-Kafiyah, nama ini disebutkan oleh sebagian ulama berasal dari sebuah hadits:

أمُّ القُرْآنِ عِوَضٌ مِن غَيْرِها وليسَ غَيْرُها منها عِوضاً

“Ummul Quran lah yang menjadi pengganti dari yang selainnya, sedangkan yang lainnya tidak dapat menggantikannya” (HR. Ahmad 2/284, Muslim 780).
Disebut Al-Kafiyah karena surat ini sudah mencukupi bila dibaca dalam salat, tanpa membaca surat yang lain. Sedangkan surat yang lain tidak bisa mencukupi jika tanpanya.
Nama – nama lainnya adalah Al-Hamd (Pujian), Asasul Quran (pondasi Al Qur’an), Al Waqiyah (pelindung), Al Wafiyah (Yang Mencukupi), dan Surotuts Tsana’ (Surat Sanjungan)

Al Imam As Suyuthi dalam karyanya Al Itqon fi ‘Ulumil Qur’an juga menyebutkan nama lainnya tanpa menyebutkan nash yang jelas, diantaranya: Al Kunz (Perbendaharaan), An Nur (Cahaya) dan, Surotus Syukr (Surat Sukur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Berita Terkini